Minggu, 19 Juli 2009

TEMAN IMAJINASI

Teman imajinasi? Ya, teman imajinasi. Suatu virtual yang kita anggap hidup dan ada menjadi teman kita, padahal itu adalah ciptaan pikiran dan kata hati kita.

Ini aku tau dari nonton film di Trans TV pada hari Kamis, 16 Juli 2009 jam 7 ampe jam 9 malam. Judulnya TEMAN IMAJINASI. Ceritanya adalah seorang anak laki-laki bernama Teo yang bonyoknya tajir tapi bokapnya selalu sibuk ke luar negri. Nyokapnya adalah panutan dalam hidupnya karena dia baik, cantik, pintar main piano dan bisa menjadi sahabat. Suatu ketika, nyokapnya meninggal dan dia harus diasuh oleh baby sitter jahat dan kejam, maksa dia makan makanan pedas padahal dia ngga doyan makanan pedas.

Satu-satunya yang Teo inginkan dan butuhin adalah nyokapnya kembali dalam hidupnya. Hingga suatu ketika hadirlah seorang wanita cantik dan baik hati menemaninya bermain piano ibunya. Ia menyebut virtual tersebut Nisa. Nisa selalu ada menemani Teo, menjadi sahabat terbaik Teo. Nisa tetap ada bahkan hingga Teo sudah dewasa dan menjadi orang sukses.

Suatu ketika, Teo melihat seorang wanita yang sangat mirip Nisa di terminal bus, dia bernama Rahel. Keesokan harinya, dia hampir menabrak Rahel. Rahel pernah hampir tunangan sama seorang cowo, tapi dia memutuskan cowo itu karena muak dengan kehidupannya untuk berpura-pura sebagai orang kaya dan hebat. Alhasil, dia benci abis ama orang kaya. Tekad Teo pun bulat, ia menyamar sebagai seorang Tema (ini nama orang lho), orang miskin, anak kosan yang bahasa Jawa-nya medok. Teo berhasil diterima Rahel sebagai asistennya di perusahaan advertising. Hari demi hari berlalu dan mereka pun jatuh cinta.

Namanya juga penyamaran, gimana pun ditutup-tutupin suatu hari pasti akan kebongkar juga. Rahel marah banget dan Rahel mutusin resign dari perusahaannya karena perusahaannya lebih milih untuk melanjutkan kerja sama dengan perusahaan Teo. Sahabat Teo nyaranin Teo untuk periksa ke psikiater. Psikiater ngejelasin bahwa seharusnya di umur dewasa yang namanya teman imajinasi itu udah ngga ada. Itu cuma berasal dari pikiran dan kata hati. Teo pun ngucapin selamat tinggal sama Nisa. Teo berusaha untuk hidup seperti orang yang biasa-biasa aja, makan pecel lele, naik metro mini, pake kaos biasa.... Suatu hari mobil Rahel hampir nabrak Teo. Ini kesempatan Teo untuk minta maaf dan ngejelasin semuanya. Film berakhir dengan happy ending dan mereka baikan. Teo ceritain ini semua sama cucunya di bangku piano. Tiba-tiba piano dimainkan merdu oleh Nisa dan kini Nisa menemani hari-hari cucu Teo....

Guys, kalian ingat ngga TEMAN IMAJINASI KAMU? Gimana bentuknya, suaranya, ato saat kalian main bersama.. Tiap anak kecil pasti punya itu. Kalo aku... Yang aku ingat, waktu kecil aku suka main boneka sendiri tapi niruin dua orang yang saling bermain. Rasanya asyik banget, main enjoy, kayak ada temannya. Tapi aku ngga ingat sama sekali dengan bentuk virtualnya.. Saat aku kelas 3 gitu, aku suka sadar saat main koq niruin suara dua orang, jadi main sendiri tapi ngerasa ada temannya. Dari situ aku ngebiasain diri untuk ngga kayak gitu. Kalo main tiba-tiba sadar aku ngga boleh begitu. Akhirnya aku udah ngga gitu lagi sampe sekarang udah dewasa gini.

Coba kalian kasih mobil-mobilan ke seorang anak laki-laki kecil. Ngga berapa lama kemudian, kalian bisa lihat sendiri dia asyik banget sama mobil-mobilan itu, ngomong sendiri dan menirukan pembicaraan dua orang gitu. ITU YANG NAMANYA TEMAN IMAJINASI...

Kamu sendiri gimana? Kamu ingat teman imajinasi kamu? Atau jangan-jangan teman imajinasi kamu masih ada hingga saat ini? Saat kamu udah beranjak dewasa gini?