Selasa, 15 September 2009

SEANDAINYA BESOK KITA SUDAH TIDAK ADA DI DUNIA?


Beberapa hari yang lalu, seorang teman berkata, “Kalo besok udah dipanggil Tuhan padahal belum dibaptis gimana?” Ucapan itu memang bukan ditujukan kepadaku, tapi seketika itu juga hatiku tersentak. Aku belum dibaptis hingga saat ini.

Seseorang pernah berkata bahwa aku ditakdirkan hidup dalam suatu agama, maka itulah takdirku. Tapi yang aku tau, aku hanya percaya pada Tuhan Yesus, karena dialah satu-satunya pribadi yang kukenal dan kuterima di hatiku. Apa aku salah dengan kata hatiku ini?



Aku ingin dibaptis sejak dulu. Tapi aku merasa diriku begitu hina. Semakin tahun berganti, aku justru semakin menjauh dari Tuhan hingga ke Gereja bahkan berdoa pun tidak. Aku terus terjebak dalam persimpangan. Keluarga terutama Oma menolak keinginanku. Beliau takut aku tidak akan menyembahyanginya saat dia tiada nanti. Papi membebaskan aku meski Ia pernah berkata bahwa semua agama sama saja. Bila Tuhan memberikan aku umur panjang hingga aku menikah nanti, aku ingin menikah dihadapan-Mu, Tuhan...

Seandainya besok aku dipanggil Tuhan atau tiba hari penghakiman terakhir yang orang sebut kiamat, aku tau bahwa aku sungguh tidak pantas tinggal di rumah-Nya. Aku tau bahwa aku tidak selamat. Meski aku begitu ingin..

TUHAN SEDANG MERAJUT RENCANA YANG INDAH

Dalam hidup, setiap manusia pasti pernah merasa sedih, senang, bangga, takut, khawatir, dan sebagainya. Tiap manusia memang dilahirkan dengan keunikan masing-masing, dengan talenta yang berbeda dan dengan kisah hidupnya masing-masing. Terkadang kita merasa Tuhan tidak adil. Tuhan membiarkan kita larut dalam kesulitan dan segala macam perasaan yang tidak menyenangkan

Semakin kita larut dalam perasaan itu, mata hati kita semakin tertutup menerima kehadiran di hidup kita dan setan perlahan tapi pasti mengacaukan hidup kita. Secara tidak sadar, kita sendirilah yang membiarkan diri kita terjatuh hingga hampir tergeletak.



Tapi satu yang harus kuingat, Tuhan tidak akan pernah membiarkan kita terjatuh hingga tergeletak. Tuhan membiarkan kita merasakan sakitnya jatuh itu supaya kita sadar bahwa kita harus bangkit. Tuhan tidak akan pernah membiarkan kita jatuh ke dalam jurang yang dalam hingga kita tergeletak bila kita membiarkan Tuhan bekerja dalam hidup kita. Aku percaya, Tuhan sedang merajut rencana yang sangat indah dalam hidup kita. Satu hal yang dia minta, biarkan kita menjalani hidup ini dengan peran Tuhan didalamnya.