
Beberapa hari yang lalu, seorang teman berkata, “Kalo besok udah dipanggil Tuhan padahal belum dibaptis gimana?” Ucapan itu memang bukan ditujukan kepadaku, tapi seketika itu juga hatiku tersentak. Aku belum dibaptis hingga saat ini.
Seseorang pernah berkata bahwa aku ditakdirkan hidup dalam suatu agama, maka itulah takdirku. Tapi yang aku tau, aku hanya percaya pada Tuhan Yesus, karena dialah satu-satunya pribadi yang kukenal dan kuterima di hatiku. Apa aku salah dengan kata hatiku ini?
Aku ingin dibaptis sejak dulu. Tapi aku merasa diriku begitu hina. Semakin tahun berganti, aku justru semakin menjauh dari Tuhan hingga ke Gereja bahkan berdoa pun tidak. Aku terus terjebak dalam persimpangan. Keluarga terutama Oma menolak keinginanku. Beliau takut aku tidak akan menyembahyanginya saat dia tiada nanti. Papi membebaskan aku meski Ia pernah berkata bahwa semua agama sama saja. Bila Tuhan memberikan aku umur panjang hingga aku menikah nanti, aku ingin menikah dihadapan-Mu, Tuhan...
Seandainya besok aku dipanggil Tuhan atau tiba hari penghakiman terakhir yang orang sebut kiamat, aku tau bahwa aku sungguh tidak pantas tinggal di rumah-Nya. Aku tau bahwa aku tidak selamat. Meski aku begitu ingin..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar